Skip to main content

Posts

Jatuh Hati dalam Diam

Rain Di sekolah ini, namaku selalu disebut-sebut. Rain. Cowok yang katanya keren, pintar, tenang, idola banyak orang. Aku sudah terbiasa dengan tatapan kagum, bisik-bisik di lorong, hingga pesan manis yang datang tanpa diminta. Tapi jujur saja, aku lelah. Banyak dari mereka terlihat perhatian. Tertawa di setiap candaku, berpura-pura peduli pada hal-hal kecil tentangku. Namun aku tahu, itu bukan ketulusan. Itu hanya kekaguman pada citra yang melekat padaku. Bukan pada diriku yang sebenarnya. Sampai suatu hari, aku memperhatikan seorang gadis yang nyaris tak pernah masuk dalam radar siapa pun. Aruna. Gadis biasa. Tidak populer. Tidak menonjol. Nilainya biasa saja. Pakaiannya sederhana. Tawanya pelan. Ia seperti bayangan di antara cahaya sorot panggung sekolah ini. Aneh, justru karena itulah aku memperhatikannya . Ia tidak pernah berebut duduk di dekatku. Tidak pernah mencari alasan untuk menyapaku. Tapi saat kami pernah satu kelompok tugas, aku mendengar cara ia berbicara. Tenang. Jujur....

We Can't be Friends, Rain!

Di Sekolah Menengah Andalan, semua orang mengenal Rain . Cowok tinggi dengan senyum tipis, otak encer, juara olimpiade, ketua OSIS, sekaligus idola yang namanya selalu berbisik di lorong sekolah. Rain seperti hujan pertama di musim kemarau, dinanti, dikagumi, dan selalu membawa decak kagum ke mana pun ia melangkah. Dan di antara kerumunan pengagumnya, ada Aruna . Gadis biasa. Tidak populer. Nilai rapornya standar. Rambutnya selalu diikat seadanya. Tidak ada yang istimewa, kecuali satu hal: ia jatuh cinta pada Rain, diam-diam, tanpa pernah berani berharap. Aruna pertama kali menyadari perasaannya saat duduk di bangku perpustakaan, memandangi Rain yang sedang berdiskusi dengan guru. Cara Rain berbicara tenang, matanya penuh keyakinan. Saat itu, jantung Aruna berdetak aneh seolah ada lagu yang tiba-tiba diputar di dadanya. Sejak hari itu, Aruna menjadi penonton setia dari kejauhan. Ia duduk di kursi paling belakang saat Rain presentasi. Ia berdiri di lorong ketika Rain lewat. Ia menyimpan...