Rain
Di sekolah ini, namaku selalu disebut-sebut. Rain. Cowok yang katanya keren, pintar, tenang, idola banyak orang. Aku sudah terbiasa dengan tatapan kagum, bisik-bisik di lorong, hingga pesan manis yang datang tanpa diminta. Tapi jujur saja, aku lelah.
Banyak dari mereka terlihat perhatian. Tertawa di setiap candaku, berpura-pura peduli pada hal-hal kecil tentangku. Namun aku tahu, itu bukan ketulusan. Itu hanya kekaguman pada citra yang melekat padaku. Bukan pada diriku yang sebenarnya.
Sampai suatu hari, aku memperhatikan seorang gadis yang nyaris tak pernah masuk dalam radar siapa pun. Aruna. Gadis biasa. Tidak populer. Tidak menonjol. Nilainya biasa saja. Pakaiannya sederhana. Tawanya pelan. Ia seperti bayangan di antara cahaya sorot panggung sekolah ini.
Aneh, justru karena itulah aku memperhatikannya.
Ia tidak pernah berebut duduk di dekatku. Tidak pernah mencari alasan untuk menyapaku. Tapi saat kami pernah satu kelompok tugas, aku mendengar cara ia berbicara. Tenang. Jujur. Tidak dibuat-buat. Ia melihat dunia dengan cara yang sederhana tapi hangat. Dan tanpa kusadari, ada ruang di hatiku yang pelan-pelan ia sentuh.
Aku bukan jatuh cinta. Setidaknya, itu yang kucoba yakinkan pada diriku. Tapi aku jatuh hati. Pada caranya mendengarkan. Pada caranya tersenyum kecil saat merasa canggung. Pada caranya menjadi dirinya sendiri, tanpa topeng.
Namun aku juga paham posisi. Reputasiku adalah mahkota yang harus kujaga. Semua mata tertuju padaku. Dan Aruna… hanyalah gadis biasa di mata mereka. Jika aku mendekatinya, akan ada bisik-bisik. Cibiran. Pertanyaan. Dan aku belum siap kehilangan tempatku hanya karena perasaan yang bahkan tak berani kusebut cinta.
Jadi aku memilih diam. Menyimpan rasa ini rapat-rapat. Cukup aku saja yang tahu, bahwa di antara banyak wajah palsu yang mengagumiku, ada satu wajah tulus yang diam-diam mengisi ruang hatiku.
Aku tak harus memilikinya.
Tapi andai boleh…
Aku ingin tetap berada di dekatnya.
Walau hanya sebagai Rain yang menatap Aruna dari jauh,
jatuh hati, dalam diam.

Comments
Post a Comment